Mie celor. Mie celor (meaning: celor/blanched noodle), is a Southeast Asian noodle soup dish served in a coconut milk and shrimp-based broth, specialty of Palembang city, South Sumatra, Indonesia. It is made from rather large yellow wheat noodles, with the size. Mie Celor, popular traditional food in Palembang.
It is made from rather large yellow wheat noodles, with the size similar to Japanese buckwheat noodle.
Kepengen mie celor diperantawan๐๐๐ Berhubung di Cibitung ga ada yg jual mie basah khusus mie celor jd kita pakai mie seadanya ๐๐๐ Kali ini resep dengan menggunakan mie gomak atw mie khas Medan secara mie ini tampilan dan rasanya tdk berbeda dengan mie celor basah yang ada di Palembang.
Cara Membuat Mie Celor Khas Palembang yang Spesial.
Kamu dapat menyiapkan Mie celor hanya dengan menggunakan 4 bahan dan 3 langkah saja. Berikut ini bahan dan cara untuk memasaknya, bikin Mie celor yuk!
Bahan-bahan Mie celor
- Diperlukan 2 kg segitiga biru.
- Gunakan 6 buah telur.
- Siapkan 600 ml air.
- Gunakan 2 sendok garam.
Mie yang satu ini memang selalu bikin kangen. Asik disantap di sore atau malam hari. Tapi banyak juga yang menjadikan mie ini menu sarapan, terutama masyarakat Palembang. Mie Celor, entah kenapa namanya mie celor kami juga tidak tahu.
Cara memasak Mie celor
- Pertama: masukan segitiga biru & telur ke dlm wadah....
- Kedua: masukan garam dan air ke dlm adukan tadi,sambil d aduk2 sampai rata dan berubah menjadi kalis / lebut...
- Ketiga : d giling pake mesin pembuat mie....
Mie Celor (meaning Celor noodle), is a noodle dish served in coconut milk soup and ebi (dried shrimp) broth, served with bean sprouts and boiled egg, and sprinkled with sliced fresh celery, spring onion and fried shallot. In local South Sumatran Malay dialect, celor or celur means showering the ingredients in boiled hot water, it refer to the method of softening and cooking the noodle before. Makanan khas Palembang yang satu ini punya citarasa gurih seafood yang kuat. Kuahnya sedikit kental dan berwarna putih dari penambahan santan. Sajian ini cukup unik karena mie kuning sebagai bahan utama tidak dimasak bersamaan dengan bahan lainnya.